Banyak kita manusia di jaman sekarang yang sangat takut sekali dengan panas, kenapa ? karena mereka tidah tahu apa sebenarnya manfaat dari panasnya matahari itu. mereka hanya melihat dari efek hitam akibat panas nya matahari tersebut. artikel ini menjelaskan tentang “APA SIH MANFAAT NYA BUAT TUBUH KITA ?”
Manfaat sinar matahari untuk kekebalan tubuh

Vitamin D biasanya digunakan untuk mencegah dan mengobati osteoporosis (keropos tulang). Vitamin D yang inaktif terlebih dahulu diaktifkan dengan bantuan sinar matahari (UV B), hati, dan ginjal. Vitamin D aktif (calcitriol) berinteraksi dengan reseptor vitamin D (VDRs). Reseptor ini berperan dalam keseimbangan kalsium tubuh dan efek imunomodulator. Selain di usus, VDRs juga terdapat pada sel imun termasuk sel dendritik, monosit, sel T, makrofag, dan sebagainya.

Vitamin D secara langsung mempengaruhi sel T (menghambat proliferasi limfosit T dan menghambat produksi sitokin), dan B (menghambat sekresi antibodi dan produksi autoantibodi). Secara in vitro, vitamin D dapat menghambat diferensiasi sel dendritik dan sekresi IL-12. Vitamin D juga dapat mencegah makrofag untuk melepaskan sitokin dan kemokin. Selain hal-hal yang telah disebutkan, sebenarnya pengaruh vitamin D ini sangat luas pada sel imun.
Prevalensi inflammatory bowel disease (IBD) lebih tinggi pada wilayah yang tidak terpapar sinar matahari seperti Amerika dan Eropa Utara dimana pada pasien IBD ditemukan kadar 25 (OH) D yang lebih rendah. Sampai sekarang, masih tidak jelas mengapa orang dengan defisiensi vitamin D lebih mengalami IBD.
Beberapa penelitian menunjukkan peran vitamin D dalam menurunkan kemungkinan kekambuhan pada multiple sclerosis tetapi juga mencegah terjadinya penyakit. Demikian juga pada penyakit Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dimana pada orang Amerika, Afrika-Amerika mempunyai resiko 3 kali lebih tinggi dibanding Kaukasia. Hal ini dikaitkan juga dengan defisiensi vitamin D. Beberapa penelitian juga menunjukkan penggunaan suplemen vitamin D selama masa kecil dan masa pertumbuhan
Dapat menurunkan resiko terjadinya diabetes tipe 1. Demikian juga dengan penyakit reumatoid artritis (RA).
Kesimpulan yang dapat diambil: vitamin D dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh dengan banyak mekanisme seperti pada produksi sitokin. Vitamin D mempunyai efek imunosupresif. Pada penelitian hewan dan pengamatan awal menunjukkan bahwa vitamin D dapat mencegah multiple sklerosis dan diabetes melitus. Namun, penelitian awal atau pendahuluan ini masih membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi penggunaan vitamin D di klinis.
Pada pustaka yang lain, menyebutkan adanya manfaat suplemen vitamin D dimana dengan penggunaan vitamin D pada dosis lazim dapat menurunkan tingkat kematian seperti pada gangguan jantung, kanker, diabetes. Namun, mekanismenya masih belum diketahui dengan jelas.